Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Evaluasi program pengendalian hipertensi penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas implementasi program di tingkat pelayanan primer. Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan hipertensi di Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe berdasarkan komponen input, proses, output, outcome, dan impact. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas program, observasi lapangan, dan telaah dokumen program hipertensi periode 2022–2024. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan lima komponen evaluasi program. Hasil: Program hipertensi telah mencakup layanan skrining, edukasi, pemberian obat, dan rujukan. Namun, masih terdapat kendala pada keterbatasan SDM, pelatihan yang tidak berkelanjutan, logistik, serta belum optimalnya dokumentasi edukasi dan outcome pasien. Tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi juga masih rendah, dan sistem rujukan belum berjalan lancar. Kesimpulan: Program hipertensi di Puskesmas Muara Dua telah berjalan namun belum optimal. Diperlukan penguatan pada seluruh komponen program, terutama dalam hal pencatatan, edukasi berkelanjutan, serta pemantauan hasil dan dampak jangka panjang.
Copyrights © 2025