Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Program Penanggulangan Hipertensi di Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh Syahputri, Nada Sarah; Safitri, Vira; Kamisahri, Kamisahri; Nahrisah, Putri; Baharuddin, Dharina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1115

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan darah systole diatas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2022, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,11%. Evaluasi program hipertensi di Puskesmas Pante Raya dirancang dengan pendekatan metode campuran (mixed methods), yang memadukan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Kajian ini merupakan analisis kebijakan pencegahan hipertensi dalam program pencegahan PTM yang dilakukan pada bulan Juni 2025.Hasil kajian ini didapat bahwa penderita hipertensi paling tinggi tahun 2023 sejumlah 4.618 orang. Kesimpulannya pelaksanaan program penanggulangan hipertensi sudah berjalan dengan Ketersediaan alat dan pelayanan PTM menunjukkan hasil yang baik dan adanya kepuasaan pasien terhadap pelayanan puskesmas. Serta pendistrubisian yang tepat waktu dan stock obat dan fasilitas lainnya terkait PTM yang selalu tersedia. Namun, kepatuhan minum obat pasien dan kunjuan ulang pasien yang selalu menjadi kendala di Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah.
Menjaga Tekanan Darah, Meningkatkan Harapan: Evaluasi Program Hipertensi di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Meutia, Rika; Yelastari, Raden Debby; Nazar, Fakhrul; Baharuddin, Dharina; Nahrisah, Putri
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1120

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Evaluasi program pengendalian hipertensi penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas implementasi program di tingkat pelayanan primer. Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan hipertensi di Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe berdasarkan komponen input, proses, output, outcome, dan impact. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas program, observasi lapangan, dan telaah dokumen program hipertensi periode 2022–2024. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan lima komponen evaluasi program. Hasil: Program hipertensi telah mencakup layanan skrining, edukasi, pemberian obat, dan rujukan. Namun, masih terdapat kendala pada keterbatasan SDM, pelatihan yang tidak berkelanjutan, logistik, serta belum optimalnya dokumentasi edukasi dan outcome pasien. Tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi juga masih rendah, dan sistem rujukan belum berjalan lancar. Kesimpulan: Program hipertensi di Puskesmas Muara Dua telah berjalan namun belum optimal. Diperlukan penguatan pada seluruh komponen program, terutama dalam hal pencatatan, edukasi berkelanjutan, serta pemantauan hasil dan dampak jangka panjang.
Studi Perbandingan Faktor-Faktor Resiko Individu Kekerasan Terhadap Anak di Aceh Nahrisah, Putri; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1766

Abstract

Kekerasan pada anak dapat mengakibatkan gangguan fisik seumur hidup, gangguan kesehatan mental, dan kemungkinan dampak negatif lainnya seperti kematian anak. Faktor resiko individu dan cakupan layanan bagi korban menjadi informasi penting bagi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, jenis kekerasan yang dialami dan layanan bantuan yang dibutuhkan korban. Desain penelitian adalah deskriptif komparatif, menggunakan data sekunder selama tahun 2022-2024 di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 550 kasus pada tahun 2022 yang meningkat 7% (589 kasus) pada tahun 2023 dan terus meningkat 5% (621 kasus) pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Tidak terdapat perbedaan faktor risiko dalam kurun waktu tahun 2022-2024 dimana kekerasan terhadap anak mayoritas terjadi pada anak perempuan, usia 13-17 tahun, bentuk kekerasan adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman/pacar dan bantuan hukum adalah yang paling dibutuhkan oleh korban dan keluarga. Penelitian di masa mendatang sebaiknya difokuskan untuk mempelajari faktor-faktor perlindungan yang dapat disesuaikan dengan program pencegahan di tingkat pemerintah dan masyarakat berdasarkan faktor-faktor risiko tersebut.
Fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur Sona, Sri; Aramico, Basri; Nahrisah, Putri; Ichwamsyah, Fahmi; Zakaria, Radhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1443

Abstract

Background: Premature birth is a challenging experience for postpartum mothers, not only medically but also emotionally and psychologically. Premature babies often require care in the neonatal intensive care unit (NICU), which can increase maternal anxiety, guilt, and stress. This condition can potentially lead to postpartum depression, severe anxiety, and even psychological trauma that impact the quality of care for the baby. Purpose: To explore the phenomenon of postpartum mothers with premature babies. Method: This qualitative study used phenomenological methods, covering emotional experiences, coping strategies, family support, and healthcare workers' perspectives on postpartum mothers with premature babies. Participants included six postpartum mothers, three family members, and two healthcare workers at the Aceh Government Women and Children's Hospital. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed thematically to identify themes and subthemes within the participants' experiences. Results: Five main themes emerged: the phenomenon of preterm birth and postpartum maternal conditions, maternal emotional and psychological well-being, emotional support and the role of the family, coping strategies and spirituality, and healthcare workers' perspectives on psychosocial support. Findings show that mothers experience drastic emotional changes, ranging from sadness and stress to despair. Partner and family support plays a crucial role as psychological support, while spirituality is a dominant coping mechanism. However, healthcare professionals still focus more on the baby's condition and have not optimally provided psychosocial support to mothers. Conclusion: Premature birth creates a profound emotional crisis for postpartum mothers. Family support, empathetic communication from healthcare professionals, and structured psychosocial interventions are essential to help mothers navigate these challenges.   Keywords: Coping Strategies; Mental Health; Postpartum Mother; Premature Infant; Social Support.   Pendahuluan: Kelahiran bayi prematur merupakan pengalaman yang penuh tantangan bagi ibu postpartum, tidak hanya dari aspek medis tetapi juga emosional dan psikologis. Bayi prematur sering membutuhkan perawatan di NICU, yang dapat meningkatkan rasa cemas, bersalah, dan stres pada ibu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan depresi postpartum, kecemasan berat, bahkan trauma psikologis yang memengaruhi kualitas pengasuhan bayi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi yang mencakup pengalaman emosional, strategi koping, dukungan keluarga, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Partisipan terdiri dari 6 ibu postpartum, 3 anggota keluarga, dan 2 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema dan subtema pengalaman partisipan. Hasil: Lima tema utama yang didapat yaitu fenomena kelahiran prematur dan kondisi ibu postpartum, kesejahteraan emosional dan psikologis ibu, dukungan emosional dan peran keluarga, strategi koping dan spiritualitas, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap dukungan psikososial. Temuan memperlihatkan bahwa ibu mengalami perubahan emosi drastis, mulai dari kesedihan, stress hingga keputusasaan. Dukungan pasangan dan keluarga berperan penting sebagai penyangga psikologis, sementara spiritualitas menjadi mekanisme koping yang dominan. Namun, tenaga kesehatan masih lebih fokus pada kondisi bayi dan belum optimal dalam memberikan pendampingan psikososial bagi ibu. Simpulan: Kelahiran prematur menimbulkan krisis emosional mendalam bagi ibu postpartum. Dukungan keluarga, komunikasi empatik tenaga kesehatan, serta intervensi psikososial yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk membantu ibu menghadapi tantangan tersebut.   Kata Kunci: Bayi Prematur; Dukungan Sosial; Ibu Postpartum; Kesehatan Mental; Strategi Koping.