Guru memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Ia tidak hanya bertugas sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pendidik akhlak, pembina spiritual, dan teladan moral bagi peserta didik. Dalam Islam, guru dipandang sebagai waratsatul anbiya’ (pewaris tugas kenabian), sebagaimana ditegaskan dalam hadis Rasulullah: "?? ??????? ???? ????????". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam status, peran, dan fungsi guru dalam perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan literatur integratif, yaitu menggabungkan pandangan para ulama klasik dan kontemporer dengan realitas pendidikan modern. Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, karya ulama seperti Imam al-Ghazali dan Ibn Jama’ah, serta literatur ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru dalam Islam memiliki fungsi integral sebagai mu’allim (pengajar), murabbi (pendidik), muwajjih (pembimbing), dan qudwah (teladan). Peran ini sangat strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul secara spiritual dan moral. Oleh karena itu, reaktualisasi fungsi guru sebagai waratsatul anbiya’ perlu terus diperkuat dalam sistem pendidikan Islam masa kini
Copyrights © 2025