Latar Belakang: Kesehatan reproduksi adalah keadaan optimal secara fisik, mental, dan sosial yang memungkinkan seseorang menjalankan fungsi reproduksinya dengan sehat dan aman. Masalah yang kerap dialami oleh remaja putri adalah dysmenorrhea, yaitu rasa nyeri saat menstruasi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron yang dapat mengganggu aktivitas harian. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan metode nonfarmakologis, teknik Massage Effleurage. Tujuan: Mengetahui Efektivitas Massage Effleurage terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dysmenorrhea Pada Remaja Putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment dan rancangan two group pre-test and post-test non-equivalent control group design. Sampel 30 siswi SMK ‘Aisyiyah Palembang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dibagi menjadi dua kelompok: 15 siswi menerima intervensi Massage Effleurage (kelompok eksperimen) dan 15 siswi tidak menerima intervensi (kelompok kontrol). Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri untuk mengukur intensitas nyeri dysmenorrhea. Hasil: Analisis uji Wilcoxon signed ranks test pada skala nyeri sesudah dilakukan intervensi diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05. Saran: Responden agar dapat memahami dan menerapkan massage effleurage secara mandiri untuk mengurangi nyeri dysmenorrhea.Kata kunci : Dysmenorrhea, Massage Effleurage, Nyeri Menstruasi, Remaja Putri.
Copyrights © 2025