Depo Kereta Tanjungkarang merupakan salah satu fasilitas penting yang berperan dalam mendukung operasional kereta api di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. Sebagai pusat kegiatan perawatan serta perbaikan kereta api, khususnya untuk kereta penumpang dan kereta makan. Depo ini memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kondisi kereta api tetap optimal dan aman untuk digunakan. Dalam menjalankan tugasnya, Depo Kereta Tanjungkarang menghadapi tantangan operasional yang kompleks, seperti pengelolaan suku cadang, pemeliharaan fasilitas kerja, hingga pengelolaan limbah hasil perawatan kereta api. Oleh karena itu, penerapan program 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin menjadi sangat relevan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih teratur dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana prinsip-prinsip 5R diterapkan oleh karyawan serta dampaknya terhadap keselamatan kerja dan efisiensi operasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi program 5R sudah berjalan dengan baik tanpa adanya masalah atau kendala untuk setiap penerapannya. Kata Kunci : Rajin, Rapi, Rawat, Resik, Ringkas.
Copyrights © 2025