Trichotillomania merupakan perilaku kompulsif mencabut rambut yang masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya dalam konteks populasi mahasiswa. Minimnya data lokal menjadi hambatan dalam memahami karakteristik gangguan ini secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan Trichotillomania berdasarkan dua subtipe, yaitu focused pulling dan automatic pulling, serta mengeksplorasi perbedaannya berdasarkan usia dan jenis kelamin. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik convenience sampling. Sebanyak 395 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia berpartisipasi dalam survei daring menggunakan instrumen Milwaukee Inventory for Subtypes of Trichotillomania–Adult Version (MIST-A), dengan reliabilitas tinggi (α = 0,984). Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki kecenderungan rendah, namun terdapat kelompok dengan kecenderungan tinggi. Subtipe focused pulling meningkat pada usia dewasa awal, sedangkan automatic pulling menurun setelah usia 24 tahun. Responden laki-laki memiliki skor rata-rata lebih tinggi meskipun jumlahnya lebih sedikit. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berbasis usia dan gender. Ketimpangan distribusi usia dan jenis kelamin menjadi keterbatasan metodologis yang perlu diperbaiki dalam studi lanjutan.
Copyrights © 2025