Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (FIS-H UNM) dalam berbelanja melalui aplikasi TikTok Shop, pola perilaku belanja yang terbentuk, serta dampak yang ditimbulkan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan sepuluh informan yang aktif menggunakan TikTok Shop. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber serta dianalisis melalui tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama TikTok Shop terletak pada harga kompetitif, promosi menarik, kemudahan penggunaan aplikasi, serta kepercayaan pada kualitas produk melalui ulasan pengguna. Mahasiswa KIP Kuliah memperlihatkan dua pola perilaku belanja, yakni belanja impulsif yang didorong oleh promo dan pengaruh influencer, serta belanja terencana yang mempertimbangkan harga, kebutuhan, dan anggaran. Dampak penggunaan TikTok Shop bersifat ambivalen: di satu sisi memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, peluang usaha, dan peningkatan literasi pemasaran digital; di sisi lain memicu perilaku konsumtif, gangguan fokus akademik, dan risiko penipuan digital. Temuan ini dikaji dengan menggunakan Teori Tindakan Sosial Max Weber, di mana perilaku belanja mahasiswa dipahami sebagai tindakan yang memiliki makna subjektif, baik berorientasi tujuan (efisiensi dan keuntungan belanja) maupun afektif (dorongan emosional dari konten dan rekomendasi sosial). Tik tok shop, Prilaku berbelanja, Mahasiswa
Copyrights © 2025