Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan strategi pengendalian banjir di kawasan Sungai Cikeruh, Sapan, Kabupaten Bandung, yang rawan banjir akibat luapan sungai dan perubahan tata guna lahan. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan maksimum tahunan (2001–2023) menunjukkan bahwa distribusi Gumbel paling sesuai untuk menentukan hujan rencana. Debit puncak banjir periode ulang 20 tahun diperoleh sebesar 150 m³/s menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (SCS) yang telah dikalibrasi. Simulasi hidraulika dengan HEC-RAS 2D membandingkan kondisi existing dengan dua alternatif: pembangunan tanggul dan normalisasi sungai. Hasil menunjukkan bahwa pembangunan tanggul efektif menghilangkan genangan, sementara normalisasi sungai meningkatkan kapasitas aliran dari 75 m³/s menjadi 136,67 m³/s, meskipun terdapat kebocoran pada drainase kecil. Evaluasi alternatif menggunakan metode Weighted Average berdasarkan tujuh kriteria, termasuk efektivitas, biaya, dan dampak sosial. Hasilnya, pembangunan tanggul dipilih sebagai solusi paling efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dalam perencanaan pengendalian banjir Sapan, dengan penekanan pada pentingnya pemeliharaan sistem secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025