Selama ini budidaya jamur merang ditanam pada media jerami padi. Namun, memiliki kelemahan utama dengan ketersediaan bahan sangat tergantung dari musim tanam padi. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan suatu produk samping (by product) kelapa sawit yang jumlahnya cukup besar mencapai sekitar 23 % dari total tandan buah segar dapat menjadi alternatif pengganti jerami padi. Akan tetapi kandungan TKKS yang banyak mengandung selulosa memerlukan waktu lama untuk proses dekomposisinya sehingga peneliti berusaha untuk membantu mendekomposisinya secara mekanis melalui metode pencacahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jumlah jamur merang (Volvariella volvacea) serta pendapatan dan keuntungan yang dihasilkan dari usaha budidaya pada TKKS utuh dan cacah. Rendemen yang dihasilkan dari metode tandan utuh yaitu 8.0% lebih tinggi dibandingkan dengan metode cacah yaitu 5.9%. Produksi jamur merang dengan metode tandan utuh ternangka pendapatan yang lebih tinggi yaitu Rp 44.000.000,00 dibandingkan tandan cacah yaitu Rp. 16.225.000,00 dimana keuntungan dari metode tandan utuh Rp. 14.068.083,00 sedangkan tandan cacah mengalami kerugian sebesar Rp 266.291,67
Copyrights © 2025