Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan kepada siswa yang berasal dari keluarga broken home melalui pendekatan Rational Emotive Therapy (RET) yang dipadukan dengan teknik dzikir. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi di MTs Al-Luthfah Cililin. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam membantu siswa broken home melalui layanan konseling individual. Pelaksanaan konseling dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penggalian informasi, identifikasi dan penyanggahan pikiran-pikiran irasional, pertemuan rutin sesuai jadwal, serta pembiasaan dzikir harian yang terstruktur dengan target tertentu. Pendekatan RET yang dipadukan dengan teknik dzikir terbukti mampu memberikan dampak positif dalam mengurangi perilaku negatif siswa, seperti bolos sekolah, berbohong, dan kurangnya motivasi belajar. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam penanganan masalah emosional dan perilaku siswa broken home di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025