Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran anak usia dini di TK Negeri Tibakisa, Kabupaten Nagekeo. Latar belakang dari penelitian ini adalah tidak terintegrasinya nilai-nilai budaya daerah dalam sistem pembelajaran PAUD, padahal pendidikan usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal yang diserap dalam pembelajaran meliputi penggunaan bahasa daerah (bahasa Nagekeo), pengenalan pakaian adat, makanan tradisional, serta penanaman karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan gotong royong. Selain itu, pembiasaan seperti makan bersama dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari strategi penanaman nilai budaya. Hambatan yang ditemukan antara lain perbedaan nilai antara lingkungan keluarga dan sekolah, dominasi budaya modern, serta keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, integrasi budaya lokal terbukti relevan dan efektif dalam membentuk karakter anak usia dini yang berbudaya.
Copyrights © 2025