Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kewarganegaraan digital dalam komentar netizen pada akun TikTok @dedimulyadiofficial. Kompetensi kewarganegaraan digital menjadi penting dalam memahami kualitas partisipasi warga negara di ruang publik digital, terutama dalam konteks media sosial yang interaktif dan berbasis algoritma seperti TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, serta menerapkan kerangka tematik dari Krippendorff. Data dikumpulkan melalui teknik relevance sampling terhadap 313 komentar terpopuler yang dikategorikan berdasarkan lima indikator kompetensi kewarganegaraan digital dari Mulyono dkk. (2021): digital citizenship identity, privacy and security management, rights and responsibilities, digital empathy, dan active and engaged. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi rights and responsibilities paling dominan dalam komentar netizen, diikuti oleh privacy and security management, sedangkan digital empathy dan active and engaged masih rendah. Rendahnya empati dan partisipasi aktif menunjukkan tantangan dalam praktik demokrasi digital di TikTok. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga etis dan deliberatif. Temuan ini memberikan gambaran mengenai sejauh mana ruang komentar TikTok dapat menjadi cerminan partisipasi kewargaan digital dalam era platformisasi masyarakat.
Copyrights © 2025