Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang mendukung kesejahteraan psikologis remaja, namun seringkali menjadi tantangan bagi siswa dengan kecenderungan introvert yang kesulitan mengekspresikan emosi secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas art drawing therapy dalam meningkatkan regulasi emosi siswa introvert. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest, subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan hasil inventori kepribadian introvert. Intervensi dilakukan dalam lima sesi terapi menggambar selama satu minggu, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), menandakan bahwa art drawing therapy efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Temuan ini memperkuat peran terapi seni sebagai pendekatan konseling alternatif yang humanistik dan inklusif, terutama bagi siswa yang mengalami hambatan komunikasi emosional.
Copyrights © 2025