Pembelajaran IPA di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan pemahaman siswa, terutama akibat terbatasnya inovasi dalam metode pengajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model pembelajaran IPA berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM) Hybrid dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Model SIM Hybrid yang dikembangkan menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan pembelajaran interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran, yaitu gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 96 siswa dan tiga guru IPA di SMP Negeri 2 Kersana. Data diperoleh melalui wawancara, angket, dan observasi yang dilakukan secara langsung. Indikator keberhasilan yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas model ini meliputi tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran, perkembangan pemahaman mereka terhadap materi IPA, serta seberapa efektif teknologi dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan guru mendukung penerapan model SIM Hybrid, dengan penilaian yang positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka dalam materi IPA. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti terbatasnya fasilitas teknologi dan minimnya pelatihan yang diterima oleh guru. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi agar implementasi model ini dapat berjalan lebih optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model SIM Hybrid memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA, asalkan didukung dengan infrastruktur yang memadai dan pelatihan yang cukup bagi para guru. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan manfaat model ini, dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk mengatasi kendala yang ada, terutama dalam hal kesiapan teknologi dan peningkatan keterampilan guru dalam mengimplementasikan model SIM Hybrid secara efektif.
Copyrights © 2025