Di era digital, pembelajaran daring dan luring telah menjadi metode utama di UINSU. Pembelajaran daring menawarkan fleksibilitas namun menghadapi tantangan seperti masalah koneksi internet dan interaksi yang terbatas, sementara pembelajaran luring dianggap lebih efektif karena memungkinkan interaksi langsung meskipun fasilitasnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Sistem Informasi di UINSU angkatan 2023 terhadap kedua metode pembelajaran tersebut dan hubungannya dengan prestasi akademik berdasarkan IPK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan inferensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa lebih memilih pembelajaran tatap muka karena mendukung interaksi langsung, meningkatkan motivasi, dan memudahkan pemahaman materi, sementara pembelajaran daring dianggap kurang efektif karena tantangan teknis dan tingkat partisipasi yang rendah. Uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara metode pembelajaran dan IPK, dengan pembelajaran tatap muka berkontribusi lebih signifikan terhadap prestasi akademik. Temuan ini menyarankan bahwa pendekatan hybrid berpotensi menjadi solusi efektif dan memberikan wawasan bagi administrator program dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Analisis ini penting sebagai kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan, serta sebagai bentuk pengabdian akademik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025