Artikel ini membahas representasi ruang ekologis dan hubungan budaya-alam dalam novel Ahmad Tohari, dengan fokus pada novel Ronggeng Dukuh Paruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ruang dan elemen alam menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Dukuh Paruk, serta bagaimana budaya lokal berinteraksi dengan lingkungan alamnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori ekokritik sastra, penelitian ini menggali lebih dalam mengenai makna ekologis yang terkandung dalam narasi novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dukuh Paruk bukan hanya sekadar latar, tetapi juga ruang ekologis yang membentuk identitas masyarakatnya, di mana alam menjadi sumber kehidupan sekaligus arena konflik sosial dan budaya. Elemen-elemen budaya seperti tradisi, mitos, dan kepercayaan terjalin erat dengan alam, menciptakan keselarasan sekaligus ketegangan yang mencerminkan kompleksitas hubungan manusia dan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Ahmad Tohari memberikan kontribusi penting dalam memahami kesadaran ekologis melalui representasi sastra yang kaya akan nilai-nilai lokal dan universal.
Copyrights © 2025