Tanah longsor adalah bencana alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia. Minimnya edukasi kebencanaan dan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat menyebabkan tingginya korban jiwa pada kejadian tanah longsor di Desa Tulabolo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat Desa Tulabolo. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan power point, dengan instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Selain itu berdasarkan analisis data yang menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p value = 0,000 (p < 0,05) dengan rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat sebelum edukasi 56,06 meningkat menaji 80,50 setelah diberikan edukasi. Edukasi melalui metode ceramah yang dilengkapi dengan sesi tanya jawab memungkinkan masyarakat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam mengenai langkah- langkah yang harus diambil saat bencana terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan program edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan di daerah rawan.
Copyrights © 2025