Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak latihan plyometric dan latihan tembakan terhadap kinerja tembakan di kalangan atlet futsal di Lombok Utara, dengan koordinasi mata-kaki dianggap sebagai faktor moderasi. Desain eksperimental faktorial 2x2 digunakan dengan 40 atlet laki-laki berusia 15–18 tahun, dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jenis latihan dan tingkat koordinasi. Intervensi dilakukan selama delapan minggu, dengan tes pra dan pasca menggunakan Mor-Christian Shooting Test untuk mengukur kemampuan shooting dan tes tendangan dinding untuk mengukur koordinasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada semua kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok latihan plyometric dengan koordinasi tinggi. Analisis dua arah ANOVA menunjukkan efek utama yang signifikan dari jenis latihan dan tingkat koordinasi, serta efek interaksi antara keduanya. Latihan plyometric meningkatkan daya tembakan, terutama pada atlet dengan koordinasi yang baik, sementara shooting drill meningkatkan akurasi terutama pada atlet yang sudah memiliki kontrol motorik yang baik. Temuan ini menyarankan bahwa hasil latihan dalam futsal dapat ditingkatkan ketika program disesuaikan dengan profil koordinasi atlet. Pendekatan latihan yang dipersonalisasi dan terintegrasi yang menggabungkan komponen fisik dan teknik dapat menghasilkan peningkatan kinerja yang lebih baik. Studi ini berkontribusi pada strategi optimasi kinerja dalam program pengembangan futsal remaja.
Copyrights © 2025