Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effectiveness Of Training Cost Method Of Using Serial And Parallel To Increase Power And Leg Muscle Strength, Muscles Back, Stomach Muscle Muhammad Salabi; Day Setijono; Soetanto Hartono
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.307 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.588

Abstract

This study aims to determine the effect of weight training using serial and parallel methods in improving the power and strength of leg muscles, back muscles, abdominal muscles. Subjects in the study were students of Teachers' Training FPOK Mataram academic year 2014/2015 which were both undergoing training load with two training methods. This study uses a quantitative approach using experimental method with factorial design. The research instrument to measure the strength of the back muscles and leg muscle strength using a dynamometer leg,meter the leg muscles using a powerjump Duration of Fright (DF) series TKK 5114, and to measure abdominal muscle kekutan using crunches. The results showed that there was a significant effect of weight training using serial and parallel methods in improving the power and strength of leg muscles, back muscles, abdominal muscles
PENGARUH LATIHAN AGILITY LEADDER DAN DRILL TERHADAP KETERAMPILAN TENDANGAN SABIT ATLET PENCAK SILAT DAVID CESARE FAJDUANI; MUHAMMAD SALABI; AMINULLAH, AMINULLAH
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i4.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Agility Leader dan Tendangan Drill 10 Repitisi 5 Set Terhadap Keterampilan Tendangan Sabit Pada Atlet Putra PSHT Di Kecamatan Aikmel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pola Matched By Subject Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 24 atlet putra PSHT di kecamatan Aikmel. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah 24 atlet putra PSHT di kecamatan Aikmel. Instrumen dalam penelitian ini diantaranya yaitu Tes keterampilan tendangan sabit dari Johansyah Lubis (2004), Patching/Handbox, Stopwatch, Tali/sabuk, Meteran, dan Tiang.. Analisis untuk mengetahui perbedaan penggunaan latihan Agility Leader dan tendangan Drill 10 repitisi 5 set menggunakan uji t-test dengan taraf signifikan 5%.. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan latihan menggunakan Agility Leader dengan tendangan Drill 10 repitisi 5 set terhadap keterampilan tendnagan sabit. Pada latihan menggunakan Agility Leader pada tes awal mendapatkan hasil rata-rata sebesar 79,62 dan pada tes akhir sebesar 83,41. Sedangkan pada penggunaan tendangan Drill 10 repitisi 5 set pada tes awal mendapatkan hasil rata-rata sebsar 80,04 dan pada tes akhir sebesar 81,04. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan latihan Agility Leader pada keterampilan tendangan sabit lebih efektif dibandingkan dengan latihan menggunakan tendangan Drill 10 repitisi 5 set pada atlet putra PSHT di kecamatan Aikmel.
Analisis Tingkat Minat Siswa dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya dalam Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga di Madrasah Aliyah Se-Desa Montong Gamang Muhammad Salabi; Intan Kusumawardani; Irna Ningsi Amalia Rachman
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.5230

Abstract

This study aims to analyze the level of student interest and the influencing internal and external factors in participating in sports extracurricular activities at Madrasah Aliyah in Montong Gamang Village. The research was motivated by the low student participation observed in extracurricular sports, both in terms of attendance and active engagement. A descriptive quantitative approach was employed using a survey method. A total of 90 students were selected from a population of 450 through proportional random sampling. The data collection instrument was a four-point Likert scale questionnaire comprising two main dimensions: internal factors (interest, attention, and activity) and external factors (environment and parental support). The results showed that the average student interest score was 98.71 with a standard deviation of 8.53, with most students categorized as having low (42.2%) or high (41.1%) levels of interest. The mean score for internal factors was 63.12 (SD = 7.42), and for external factors, 35.21 (SD = 6.34). These findings indicate the need for improvement through strategies that enhance intrinsic motivation, foster supportive learning environments, and increase parental involvement. This study provides a novel contribution to the development of sports extracurricular programs in rural-based madrasah settings, which have been underrepresented in the physical education literature.
Optimalisasi Performa Shooting Atlet Futsal melalui Koordinasi Latihan Plyometric dan Shooting Drill Hairil Fasrah; Dadang Warta Candra Wira Kesuma; Muhammad Salabi; Lalu Hulfian
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i2.4080

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak latihan plyometric dan latihan tembakan terhadap kinerja tembakan di kalangan atlet futsal di Lombok Utara, dengan koordinasi mata-kaki dianggap sebagai faktor moderasi. Desain eksperimental faktorial 2x2 digunakan dengan 40 atlet laki-laki berusia 15–18 tahun, dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jenis latihan dan tingkat koordinasi. Intervensi dilakukan selama delapan minggu, dengan tes pra dan pasca menggunakan Mor-Christian Shooting Test untuk mengukur kemampuan shooting dan tes tendangan dinding untuk mengukur koordinasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada semua kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok latihan plyometric dengan koordinasi tinggi. Analisis dua arah ANOVA menunjukkan efek utama yang signifikan dari jenis latihan dan tingkat koordinasi, serta efek interaksi antara keduanya. Latihan plyometric meningkatkan daya tembakan, terutama pada atlet dengan koordinasi yang baik, sementara shooting drill meningkatkan akurasi terutama pada atlet yang sudah memiliki kontrol motorik yang baik. Temuan ini menyarankan bahwa hasil latihan dalam futsal dapat ditingkatkan ketika program disesuaikan dengan profil koordinasi atlet. Pendekatan latihan yang dipersonalisasi dan terintegrasi yang menggabungkan komponen fisik dan teknik dapat menghasilkan peningkatan kinerja yang lebih baik. Studi ini berkontribusi pada strategi optimasi kinerja dalam program pengembangan futsal remaja.
Kontribusi Latihan Small-Sided Game dan Jog-Stride terhadap Performa Aerobik Atlet Sepak Bola M. Tohari; Muhammad Salabi; Soemardiawan, Soemardiawan; Lalu Hulfian
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i2.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh latihan small-sided game dan jog-stride terhadap peningkatan VO2Max pada atlet sepak bola muda, dengan fokus khusus pada Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai faktor yang mempengaruhi hasil latihan. Penelitian ini dilakukan dengan 40 atlet sepak bola dari BPBA Kabupaten Lombok Utara, berusia 10-12 tahun. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai perubahan VO2Max sebelum dan setelah 6 minggu latihan. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode latihan menghasilkan peningkatan signifikan pada VO2Max, dengan small-sided game menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada VO2Max, terutama pada atlet dengan BMI normal dan rendah. Atlet dengan BMI tinggi juga menunjukkan peningkatan, meskipun peningkatan tersebut lebih moderat. Studi ini menyarankan bahwa small-sided game lebih efektif daripada jog-stride dalam meningkatkan VO2Max, terutama untuk atlet dengan BMI normal dan rendah, karena sifat spesifik permainan small-sided game yang menggabungkan komponen aerobik dan anaerobik, serta pengembangan keterampilan teknis. Selain itu, atlet dengan BMI rendah menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam VO2Max, menyoroti pentingnya komposisi tubuh dalam menentukan efektivitas latihan aerobik. Temuan ini memberikan wawasan berharga untuk merancang program latihan sepak bola yang mempertimbangkan baik kebugaran aerobik maupun komposisi tubuh.
Optimalisasi Performa Atlet Futsal: Peran Koordinasi Dalam Latihan Plyometrik Dan Latihan Shooting Lalu Mawardi Andre Sutandra; Dadang Warta Canra; Muhammad Salabi; Lalu Hulfian
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 3 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i3.4677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model permainan invasi—khususnya format 2 vs 2 dan 1 vs 2—terhadap kemampuan passing pemain futsal di SMAN 8 Mataram, dengan mempertimbangkan daya tahan aerobik (VO₂ max) mereka. Menggunakan desain eksperimental faktorial 2x2, 30 siswa atlet laki-laki berusia 16–18 tahun dibagi berdasarkan tingkat VO₂ max dan ditugaskan ke intervensi latihan selama enam minggu. Penelitian ini menggunakan evaluasi pra-tes dan pasca-tes melalui tes penguasaan umpan dan tes bleep. Hasil menunjukkan bahwa kedua model latihan invasi secara signifikan meningkatkan kinerja umpan; namun, model 2 vs 2 menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi, terutama pada peserta dengan VO₂ max tinggi. Pemain dengan daya tahan aerobik yang lebih baik secara konsisten tampil baik di bawah tekanan fisik, mempertahankan akurasi umpan dan pengambilan keputusan. Analisis dua arah ANOVA mengonfirmasi interaksi signifikan antara jenis latihan dan kapasitas aerobik. Temuan ini menyarankan bahwa latihan yang dipersonalisasi, yang menggabungkan pengembangan keterampilan teknis dan kondisi fisik, menghasilkan hasil kinerja optimal. Studi ini berkontribusi pada pendidikan olahraga dengan memperkuat nilai pendekatan latihan terintegrasi dan kontekstual dalam program futsal remaja. Kata Kunci: Performa, futsal, latihan