Kemiskinan memberikan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan anak dan remaja, termasuk dalam perkembangan aspek spiritual mereka. Studi ini bertujuan untuk memahami dinamika pertumbuhan spiritual anak dan remaja yang hidup dalam kondisi keluarga miskin, dengan penekanan khusus pada bagaimana kondisi tersebut memengaruhi pengalaman iman, harapan, serta relasi mereka dengan Tuhan. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan berusia 10 hingga 17 tahun yang berasal dari tiga komunitas Kristen di wilayah urban dan semi-urban Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kendati berada dalam situasi kekurangan ekonomi, para anak dan remaja tersebut menunjukkan spiritualitas yang tangguh, terbuka, dan penuh semangat. Elemen utama yang memperkuat spiritualitas mereka adalah keterlibatan aktif dalam kegiatan gereja, praktik keagamaan di dalam keluarga, serta teladan iman yang diberikan oleh orang tua atau wali. Penelitian ini menegaskan bahwa spiritualitas dalam lingkungan miskin bukan semata berfungsi sebagai mekanisme bertahan, melainkan menjadi sumber kekuatan batin dan harapan yang bersifat membebaskan dan membentuk makna hidup yang lebih dalam.
Copyrights © 2023