Menurut UNICEF bersama dengan WHO, praktik menyusui secara eksklusif mampu mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas pada bayi hingga lebih dari 88 persen. Tingkat pemberian ASI eksklusif pada bayi menunjukkan angka 61,33%, dimana capaian paling tinggi terdapat di NTB dengan persentase 87,35%, sementara capaian paling rendah berada di Papua mencapai 15,32%. ASI eksklusif dianjurkan sejak masa kelahiran bayi sampai mencapai usia enam bulan penuh. Data menunjukkan bahwa 31,36% dari total 37,94% anak di Indonesia mengalami gangguan kesehatan akibat ketidakmampuan mendapatkan ASI eksklusif. Studi ini menerapkan metodologi eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan pendekatan desain pretest dan posttest tanpa kelompok kontrol, yaitu suatu rancangan riset yang melakukan pengamatan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling melibatkan 20 ibu post partum sebagai responden. Outcome studi menunjukkan diperoleh skor p value untuk distribusi mean produksi ASI pada ibu pasca persalinan menggunakan metode pijat oksitosin sebesar 0,000 dengan p value < alpha 0,05. Temuan ini mengindikasi bahwa teknik pijat oksitosin memberikan dampak terhadap volume ASI pada ibu pasca persalinan. Outcome tersebut memvalidasi adanya perbedaan volume ASI ibu yang bermakna antara pre dan post pijat oksitosin. Diharapkan petugas medis dapat menjadikan temuan penelitian ini sebagai referensi untuk mengoptimalkan produksi ASI pada ibu setelah persalinan.
Copyrights © 2025