Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indoneisa yang memerlukan terapi jangka Panjang dan biaya yang berkelanjutan. Penggunaan kombinasi antihipertensi menjadi salah satu pendekatan terapi yang umum diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan analisis efektivitas biaya untuk menentukan kombinasi terapi yang paling cost-effective dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dari dua kombinasi antihipertensi yaitu candesartan + bisoprolol dan candesartan + amlodipine pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD X Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien rawat jalan periode Juli – Desember 2024. Analisis dilakukan terhadap efektivitas terapi (berdasarkan penurunan tekanan darah >5mmHg) dan biaya medik langsung (biaya obat dan biaya tindakan dokter). Evaluasi farmakoekonomi dilakukan menggunakan metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian, kombinasi candesartan + amlodipine digunakan oleh 70,89% pasien, dengan efektivitas 87,5% dan rata-rata biaya terapi sebesar Rp 129.038. Kombinasi candesartan + bisoprolol digunakan oleh 29,11% pasien, dengan efektivitas 78,26% dan biaya sebesar Rp116.583. Nilai ACER candesartan + amlodipine lebih rendah (Rp1.474) dibandingkan candesartan + bisoprolol (Rp1.489), sedangkan nilai ICER sebesar Rp 1.347 menunjukkan bahwa tambahan efektivitas dari kombinasi candesartan + amlodipine masih tergolong cost-effective.
Copyrights © 2025