ABSTRAK Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus nyeri lutut dalam mengurangi nyeri lutut, meningkatkan range of motion (ROM) dan kekuatan otot, memperbaiki postur, memperbaiki pola jalan dan meningkatkan kemampuan fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case report pada seorang ibu rumah tangga berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri lutut. Pemberian intervensi dilakukan selama 1 minggu dengan 2 kali pertemuan, dimulai dari 7-13 Oktober 2024. Instrumen penelitian menggunakan video untuk mengukur postur dan pola jalan pasien, VAS untuk mengukur nyeri lutut, goniometer untuk mengukur ROM pada lutut, MMT untuk mengukur kekuatan otot lutut dan WOMAC untuk mengukur kemampuan fungsional. Hasil: penatalaksanaan fisioterapi pada pasien nyeri lutut dengan pemberian intervensi fisioterapi berupa static stretch, static contraction, GTO release pada otot hamstring dan soleus, koreksi postur, standing weight shift dan gait training sebanyak 2 kali pertemuan dalam seminggu menunjukkan adanya penurunkan nyeri, perbaikan postur dan pola jalan, peningkatan ROM, kekuatan otot dan kemampuan fungsional penderita nyeri lutut. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pasien nyeri lutut dengan pemberian intervensi fisioterapi berupa static stretch, static contraction, GTO release pada otot hamstring dan soleus, koreksi postur, standing weight shift dan gait training sebanyak 2 kali dalam seminggu dapat menurunkan nyeri, memperbaiki postur dan pola jalan, meningkatkan ROM, kekuatan otot dan kemampuan fungsional penderita nyeri lutut. KATA KUNCI: Nyeri Lutut, Static Stretch, Static Contraction, GTO release, standing weight shift, gait training
Copyrights © 2025