Artikel ini membahas bagaimana representasi wisata kesehatan dikonstruksi dalam media sosial, khususnya Instagram, melalui analisis unggahan dengan tagar #wisatakesehatan. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi visual, penelitian ini mengeksplorasi narasi, simbol, gaya visual, dan strategi komunikasi yang digunakan oleh berbagai aktor—baik institusi swasta, pemerintah, maupun komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam representasi visual: (1) layanan medis premium dengan visualisasi rumah sakit berdesain mewah, (2) wisata kesehatan berbasis alam seperti pemandian air panas dan kebun herbal, serta (3) wisata edukatif yang menampilkan tanaman obat dan praktik kesehatan tradisional. Temuan ini juga menunjukkan adanya segmentasi kelas sosial dalam penyajian visual, serta ketimpangan digital dalam kapasitas produksi dan distribusi konten promosi. Di sisi lain, potensi wisata kesehatan Indonesia sangat besar berkat kekayaan alam dan budaya, namun masih menghadapi tantangan koordinasi lintas sektor dan kurangnya branding terpadu. Kajian ini merekomendasikan strategi komunikasi digital yang inklusif dan berbasis nilai lokal dalam membangun citra Indonesia sebagai destinasi wisata kesehatan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025