Salah satu jenis spesies mangrove yang memiliki manfaat sebagai bahan terapi adalah Acanthus ilicifolius. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi daya hambat ekstrak daun mangrove A. ilicifolius yang diambil dari 2 lokasi yang berbeda terhadap pertumbuhan khamir Candida albicans. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium terkontrol dengan Rancangan Acak Lengkap. Subjek dalam penelitian ini adalah daun A. ilicifolius yang diambil di kawasan mangrove Kecamatan Socah (Kabupaten Bangkalan) dan Kecamatan Paiton (Kabupaten Probolinggo) dalam kondisi segar, serta khamir C. albicans. Potensi pemanfaatan A. ilicifolius dianalisis melalui ekstraksi, dengan metode maserasi metanol 99,98%, analisis fitokimia, dan uji daya hambat. Hasil analisis fitokimia kualitatif pada A. ilicifolius menunjukkan kandungan senyawa aktif alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, tanin, dan fenol. Namun demikian, tidak ditemukan saponin. Uji fitokimia kuantitatif terhadap A. ilicifolius memperlihatkan kandungan senyawa aktif tertinggi adalah flavonoid (sebesar 162,79 ppm). Ekstrak daun A. ilicifolius memiliki daya hambat antikhamir yang dikategorikan lemah hingga sedang, meskipun setiap konsentrasi memiliki daya hambat yang berbeda nyata. Analisis statistik mengindikasikan kandungan zat aktif dalam ekstrak A. ilicifolius dari Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Probolinggo tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian ini mendukung konservasi mangrove berbasis manfaat farmakologis dan berkontribusi pada pengembangan agen antikhamir berbasis tanaman untuk terapi alternatif.
Copyrights © 2025