The highest number of hypertension patients in South Sumatra is in Palembang. This disease is the leading cause of premature death among non-communicable diseases. Therefore, the government has set its control as a key target, aiming for 90% of hypertensive patients undergoing treatment to achieve controlled blood pressure. Sako Community Health Center has several non-communicable disease (NCD) posts, one of which is located in RT 26, Sako Subdistrict. Activities are conducted once a month at the neighborhood head's house. Services at the post are assisted by community health volunteers (kaders). The goal of the program is to enhance the ability of these volunteers to assist hypertensive patients in managing their blood pressure. This is achieved through the formation of a community called "Sahabat Hipertensi" (Hypertension Friends). This program was carried out through health education sessions for both volunteers and hypertensive patients. Education for volunteers was conducted through discussions and the distribution of brochures. The evaluation was done by measuring the blood pressure of community members. Hypertension community consisting of 10 groups was formed, each coordinated by one volunteer. The volunteers were responsible for reminding, educating, measuring blood pressure, and distributing medication to their community members. As a result of this assistance, 14 out of 50 community members showed a decrease in blood pressure. The formation of the Sahabat Hipertensi community motivated the volunteers, as they were challenged to achieve controlled blood pressure targets for the community members. In addition to the enthusiasm of the volunteers, the community members felt more cared for, which motivated them to adhere more consistently to lifestyle modifications, including dietary changes, physical activity, and regular medication intake with discipline. ABSTRAKPenderita hipertensi terbanyak di Sumsel ada di Palembang. Penyakit ini menjadi penyebab kematian dini terbanyak diantara penyakit tidak menular lainnya, sehingga pemerintah menetapkan pengendaliannya sebagai salah satu sasaran yang akan dicapai, yaitu 90% pasien hipertensi yang berobat harus terkendali tekanan darahnya. Puskesmas Sako memiliki beberapa pos PTM (penyakit tidak menular) salah satunya berada di RT 26 Kelurahan Sako. Kegiatannya berlangsung sebulan sekali di rumah ketua RT 26. Pelayanan di Pos dibantu oleh kader yang merupakan warga RT 26. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan kader mendampingi pasien hipertensi dalam mengendalikan tekanan darahnya. Hal ini dilakukan dengan membentuk suatu komunitasyang disebut “ Sahabat Hipertensi” Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada kader juga kepada warga yang mengalami hipertensi. Penyuluhan terhadap kader melalui diskusi dan pembagian brosur. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tekanan darah anggota komunitas. Pada akhir kegiatan pengabdian telah terbentuk komunitas hipertensi sebanyak 10 kelompok dan masing masing dikoordinir oleh satu orang kader. Kader bertugas mengingatkan, memberi edukasi, mengukur tekanan darah dan mendistribusikan obat kepada anggota komunitasnya. Dari hasil pendampingan 14 orang dari 50 orang anggota komunitas telah mulai menunjukkan penurunan tekanan darah. Pembentukan komunitas sahabat, membuat para kader bersemangat karena mereka mendapat tantangan untuk mencapai target tekanan darah yang terkendali bagi warga dalam komunitasnya. Selain kader yang bersemangat, warga pun merasa lebih diperhatikan sehingga mereka termotivasi untuk lebih patuh dalam mengatur kebiasaan hidupnya mulai dari perubahan pola makan, aktifitas fisik dan minum obat secara teratur dan disiplin.
Copyrights © 2025