Proses pembelajaran saat ini masih jarang menggunakan media yang menarik, bahkan masih ada guru yang jarang menggunakan media ketika mengajar. Proses pembelajaran inilah yang mengakibatkan siswa menjadi cenderung pasif karena proses pembelajaran ini berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah berbantuan aplikasi math city map terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasi Experiment jenis Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di kelas VA dan VB SDIT Makarimal Akhlaq dengan jumlah siswa kelas VA adalah 26 dan jumlah siswa kelas VB adalah 23. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan Uji Paired Sample T-Test dan uji N-Gain. Hasil sampel penelitian ini dengan pengujian hipotesis menggunakan uji berpasangan t-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dimana terdapat perbedaan nilai kemampuan penyelesaian masalah matematika kelompok siswa yang diberikan pembelajaran menggunakan model problem based learning berbantuan aplikasi math city map dengan kelompok siswa dengan pembelajaran kontekstual. Hasil uji N-Gain pada kelompok siswa yang diberikan pembelajaran menggunakan model problem based learning berbantuan aplikasi math city map memperoleh skor 0,71 yang pemrosesannya cukup efektif. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan aplikasi math city map cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2025