Penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam proyek konstruksi menawarkan peluang peningkatan efisiensi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil penjadwalan proyek menggunakan dua pendekatan: metode konvensional dengan Microsoft Project dan metode berbasis BIM menggunakan Navisworks Manage, pada studi kasus pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN di Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa Detail Engineering Drawing (DED) dan kurva-S perencanaan, serta data primer dari observasi dan wawancara. Proses melibatkan pemodelan ulang 3D dengan Autodesk Revit, pembuatan Work Breakdown Structure (WBS), dan perencanaan predecessors. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kedua perangkat lunak menghasilkan total durasi proyek yang sama yaitu 63 hari kalender, terdapat perbedaan signifikan pada tanggal mulai beberapa pekerjaan, seperti pada tie beam TB2, tangga lantai 2, dan balok struktur atap. Perbedaan ini disebabkan oleh konfigurasi tipe predecessors (FS dan SS) dalam Ms. Project. Penelitian ini mengungkap bahwa pendekatan BIM melalui Navisworks Manage lebih unggul dalam visualisasi dan simulasi waktu, sedangkan Ms. Project efektif dalam kontrol berbasis sumber daya. Implikasinya, pemilihan metode penjadwalan perlu disesuaikan dengan kebutuhan proyek, dan integrasi kedua metode dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam manajemen proyek konstruksi di era digital.
Copyrights © 2025