Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif, yang dilakukan di kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini adalah 100 masyarakat kota Bengkulu, yang diambil dengan metode purposive sampling dengan indikator pengetahuan dan pemahaman mereka terkait dengan isu-isu yang sedang diteliti. Data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup yang dilakukan masyarakat kota Bengkulu dapat dikategorikan ke dalam gaya hidup frugal living. Gaya hidup frugal living adalah pola hidup hemat extrem dan mengalokasikan uang mereka kepada hal yang lebih penting untuk masa depan seperti menabung dan investasi dengan mengabaikan konsumsi. Masyarakat memilih mengkonsumsi makanan yang murah tanpa mengetahui kebaikan dan gizi yang terkandung di dalamnya, pola konsumsi masyarakat lebih mementingkan variabel kenyang daripada gizi. Masyarakat frugal living lebih memilih untuk tidak berinfak dan bersedekah karena mereka menganggap hal tersebut tidak wajib dilakukan. Setiap tahun, mereka hanya membayar zakat fitrah saja, walaupun harta yang mereka miliki memenuhi syarat dan rukun untuk zakat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan etika konsumsi Islam yang mewajibkan umat Islam untuk mengkonsumsi makanan yang halalan tayyiban (halal dan baik), menjauhi sifat kikir, dan memproduktifkan harta.
Copyrights © 2023