Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak. Mengkonsumsi makanan kariogenik berlebih dapat meningkatkan risiko karies gigi. Anak yang mengalami karies gigi dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan rasa sakit saat mengunyah, sehingga anak akan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi dan terjadi penurunan nafsu makan, hal tersebut akan berpengaruh terhadap asupan zat gizi dan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian karies gigi status gizi pada anak usia sekolah di MI 1 Brakas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi atau korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 32 anak usia 6-11 tahun yang diambil dari MI 1 Brakas. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan karies gigi yang diukur dengan observasi secara langsung kondisi gigi anak menggunakan lembar Indeks (DMF-T dan def-t) dan untuk status gizi diukur dengan menggunakan (Z-Score) dengan cara pemeriksaan tinggi badan dan berat badan anak. Hasil uji statistic Spearman Rho menunjukan bahwa P-Value= 0,460 dan P-Value= 0,717 dengan a =0,05 maka artinya tidak berkorelasi atau tidak ada hubungan yang signifikan antara karies gigi dengan status gizi, diperoleh angka coefficient correlation sebesar 0,135 dan 0,067 yang artinya tingkat kekuatan korelasi/hubungannya adalah hubungan sangat lemah.
Copyrights © 2025