Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam sektor agribisnis, termasuk agroindustri, yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada mekanisme pemasaran konvensional. Pemanfaatan e-commerce membuka peluang strategis bagi petani dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di pedesaan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi rantai pasok, meminimalkan biaya distribusi, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun global. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah, laporan penelitian, dan buku terbitan periode 2016–2025. Hasil kajian mengidentifikasi empat strategi utama pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan e-commerce, yaitu: (1) peningkatan literasi digital untuk memperkuat kemampuan adaptasi teknologi; (2) pendampingan usaha berbasis komunitas guna membangun jejaring kolaboratif; (3) rebranding produk lokal agar memiliki nilai tambah dan identitas pasar yang kuat; serta (4) kemitraan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan. E-commerce berpotensi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat pedesaan yang berkelanjutan apabila diiringi strategi tepat dan dukungan kolaboratif yang konsisten.
Copyrights © 2025