Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi alkali aktivator terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis abu terbang tipe F. Abu terbang diperoleh dari PLTU Mpanau dan diaktivasi menggunakan kombinasi Sodium Silikat (Na₂SiO₃) dan Sodium Hidroksida (NaOH). Benda uji berupa mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm, dengan rasio massa abu terbang terhadap pasir sebesar 1 : 2,75 dan rasio air terhadap padatan (w/s) sebesar 0,35. Variasi dosis aktivator yang digunakan adalah 25%, 40%, dan 55% terhadap berat abu terbang, dengan perbandingan Sodium Silikat terhadap total aktivator (W/A) sebesar 0; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan mekanik seiring waktu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis aktivator dan nilai W/A secara signifikan mempengaruhi karakteristik kuat tekan mortar. Kuat tekan optimum sebesar 24,72 MPa tercapai pada komposisi dosis aktivator 55% dan rasio W/A 0,5 pada umur 28 hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mortar geopolimer dengan komposisi tersebut memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural alternatif yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025