Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan Umar Kayam dalam novel Para Priyayi serta mengeksplorasi bagaimana materi pendidikan disampaikan melalui narasi tersebut. Novel ini merepresentasikan peran pendidikan dalam membentuk identitas sosial masyarakat Jawa pada masa kolonial hingga pascakemerdekaan.Dengan menggunakan metode analisis stilistika dan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkapkan bahwa Umar Kayam secara konsisten memanfaatkan gaya bahasa metafora, simile, personifikasi, dan narasi dialogis untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan, seperti pentingnya ketekunan, kesetiaan pada ilmu, dan peran pendidikan sebagai sarana mobilitas sosial. Melalui gaya bahasa yang sederhana tetapi sarat makna, nilai-nilai pendidikan tidak hanya disampaikan secara eksplisit melalui percakapan antartokoh, tetapi juga secara implisit melalui penggambaran latar, konflik sosial, dan perkembangan karakter.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam Para Priyayi bukan sekadar ornamen estetik, melainkan menjadi sarana strategis untuk menyampaikan gagasan pendidikan yang kontekstual dengan budaya lokal. Kontribusi penelitian ini terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan terletak pada pemahaman bahwa karya sastra, khususnya novel realis seperti Para Priyayi, dapat menjadi sumber pendidikan karakter, moral, dan sosial yang efektif bila dipelajari secara sistematis.Selain itu, penelitian ini memperkaya kajian interdisipliner antara sastra dan pendidikan, menawarkan alternatif pendekatan dalam pendidikan berbasis budaya. Dengan mengkaji penggunaan gaya bahasa untuk menyampaikan materi pendidikan, penelitian ini membuka peluang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual dalam dunia pendidikan Indonesia.
Copyrights © 2025