Buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan komoditas lokal yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Rancaekek Wetan. Rendahnya nilai jual dan kurangnya inovasi dalam pengolahan menyebabkan petani sulit memperoleh keuntungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah sukun menjadi produk bernilai ekonomis melalui pelatihan dan sosialisasi berbasis pengalaman. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Padjadjaran dengan metode pendekatan experiential learning dan manajemen partisipatif. Sebanyak 21 warga desa mengikuti kegiatan sosialisasi, praktik, dan pengisian kuesioner evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan dengan tingkat pengetahuan pasca kegiatan yang tercermin dari wawasan ketahanan pangan (57,14%), pengenalan terhadap buah sukun (95,24%), dan pemahaman pengolahan sukun (90,48%). Namun, mayoritas besar peserta (85,71%) menyatakan belum memiliki rencana produksi secara konkret yang menunjukkan perlunya dukungan lanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan.. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi langsung dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat terkait pengolahan sukun. Oleh karena itu, program pendampingan lanjutan diperlukan untuk mendorong penerapan hasil pelatihan dan keberlanjutan usaha olahan sukun di tingkat rumah tangga.
Copyrights © 2025