Pengembangan keterampilan motorik merupakan aspek fundamental dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), khususnya bagi calon guru yang akan menjadi fasilitator pembelajaran aktif dan sehat di sekolah. Namun, model pembelajaran outbound yang terintegrasi dalam mata kuliah PJOK masih terbatas, sehingga diperlukan analisis kebutuhan untuk merancang model yang relevan dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan model outbound dalam mata kuliah PJOK guna meningkatkan keterampilan motorik calon guru. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kebutuhan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada mahasiswa PJOK di salah satu universitas di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan model outbound yang variatif, kontekstual, dan mampu mengintegrasikan aktivitas fisik dengan pengembangan keterampilan motorik, seperti koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan. Selain itu, ditemukan bahwa outbound berbasis pengalaman langsung dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran PJOK di sekolah. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya pengembangan model outbound yang adaptif dan aplikatif dalam kurikulum PJOK, sehingga dapat mendukung peningkatan kompetensi motorik dan profesionalisme calon guru.
Copyrights © 2023