Literasi dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia serta mendorong kemandirian belajar pada anak seperti di Desa Ngawen, tantangan dalam pengembangan literasi dasar masih cukup besar karena terbatasnya fasilitas, rendahnya keterlibatan orang tua, serta akses terhadap bahan bacaan yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan praktik pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar yang diintegrasikan ke dalam pengabdian masyarakat dengan tujuan membangun budaya literasi dasar. Pesertanya adalah anak-anak yang belajar di kelasIV, V dan VI sekolah dasar dengan jumlah 10 anak. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa sekolah dasar yang duduk di kelas IV, V, dan VI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi kegiatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat berkontribusi positif terhadap peningkatan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Pengabdian masyarakat ini terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan literasi anak, terlihat dari meningkatnya minat membaca dan perbaikan dalam kemampuan membaca mereka. Meski begitu, keterampilan menulis peserta masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Oleh karena itu, pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang lebih terarah pada pengembangan literasi dasar sangat dianjurkan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Copyrights © 2025