Krisis ekologis di era disrupsi digital menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya normatif, tetapi juga transformatif dan saintifik. Nilai-nilai tasawuf seperti zuhud, syukur, dan rahmah memiliki relevansi dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan merevitalisasi nilai-nilai ekoteologi Islam dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan integratif antara tasawuf dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus beberapa sekolah di Ponorogo, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekoteologi dalam tasawuf belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran PAI, meskipun potensinya besar dalam membentuk kesadaran ekologis dan spiritual peserta didik. Integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui model pembelajaran kontekstual berbasis proyek (project-based learning) yang mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan pemahaman ilmiah tentang lingkungan. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyusunan model konseptual pembelajaran PAI yang menyatukan spiritualitas tasawuf, etika lingkungan, dan pendekatan STEM sebagai strategi pendidikan karakter abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAI yang tidak hanya berorientasi ibadah formal, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari penghambaan kepada Allah SWT.
Copyrights © 2025