Fenomena frugal living atau gaya hidup hemat semakin marak di kalangan mahasiswa generasi Z, terutama sebagai respons terhadap tekanan ekonomi pascapandemi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi transformasi frugal living menjadi praktik tasawuf melalui internalisasi nilai zuhud dan qana’ah. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis metode fenomenologi dan studi pustaka, penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa semester enam dengan rata-rata usia 21 tahun yang menjalani frugal living. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun gaya hidup hemat awalnya dimotivasi oleh keterbatasan ekonomi, mayoritas responden merasakan ketenangan batin, serta menunjukkan keterbukaan terhadap pemaknaan spiritual. Sebanyak 15 dari 20 mahasiswa tertarik memahami frugal living dalam kerangka tasawuf, dan setengahnya telah mengenal konsep zuhud dan qana’ah. Dengan demikian, frugal living dapat ditransformasikan menjadi praktik sufistik jika disertai kesadaran ruhaniah dan niat ikhlas. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari strategi bertahan hidup menuju pembentukan karakter spiritual.
Copyrights © 2025