Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global yang masih menjadi prioritas utama dalam upaya penanggulangan penyakit. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat TB memerlukan langkah-langkah strategis, terutama dalam hal deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Diagnosis dini TB paru yang akurat dan cepat sangat bergantung pada deteksi bakteri patogen dalam dahak pasien, yang selanjutnya menentukan strategi pengobatan yang sesuai. Tes Cepat Molekuler (TCM) digunakan untuk diagnosis awal, sedangkan pemantauan hasil pengobatan dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis bakteri tahan asam (BTA). Tujuan kegiatan Pengmas adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf teknisi laboratorium dalam mendiagnosis TB sesuai dengan standar kompetensi. Serta memperkuat peran kader kesehatan dalam penanggulangan TB di masyarakat. Tim Dosen Departemen Mikrobiologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bersama mahasiswa dan alumni Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik melaksanakan kegiatan ceramah mengenai TB paru, meliputi aspek diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penularan kepada 17 kader kesehatan serta pelatihan pemeriksaan mikroskopis BTA bagi 16 staf teknisi laboratorium dari berbagai fasilitas kesehatan masyarakat dan RSUD di Kabupaten Pamekasan. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan para kader kesehatan terkait temuan kasus TB di masyarakat, diagnostik, serta upaya pencegahan penularan. Seluruh staf laboratorium mengalami peningkatan kompetensi dalam pemeriksaan BTA, termasuk pembuatan dan pembacaan sediaan sesuai standar nasional (IUATLD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim akademisi efektif dalam pemberdayaan kader kesehatan sebagai ujung tombak deteksi dini TB serta meningkatkan keterampilan diagnosis mikroskopis staf laboratorium. Pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas diagnosis dan pengobatan TB.
Copyrights © 2025