Makalah ini membahas tentang kesulitan yang dihadapi siswa dalam menghafal Al-Qur’an, berhitung, dan tidak tertarik untuk membaca. Sebagai sebuah proses pembelajaran otak, menghafal Al-Qur’an membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua dan guru karena banyak anak yang kesulitan untuk mengulangan apa yang telah merek pelajari. Penggunaan Teknik yang tidak tepat dan lingkungan yang berisik adalah penyebab umum dari kesulitan menghafal. Strategi pengulangan dan pemahaman makna, Bersama dengan media tambahan seperti aplikasi atau audio, adalah cara yang disarankan untuk mengatasi hal-hal ini. Ketidakmampuan untuk memahami ide-ide dasar dan kecendrungan untuk bergantung pada kalkulator adalah tantangan utama yang dihadapi siswa Ketika belajar matematika. Bantuan visual dan kedekatan kontekstual direkomendasikansebagai cara praktis untuk mengatasi hal ini. Namun kurangnya kebiasaan membaca sejak dini dan dampak teknologi menjadi alasan dibalik rendahnyaq minat baca siswa dalam bahasa Indonesia. Minat baca siswa dapat ditingkatkan dengan membuat kegiataan membaca menjadi menyenangkan. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, serta tinjauan literatur dari sumber-sumber sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis dan mengolah data dari berbagai artikel yang ditampilkan di Google Scholar. Tujuan penilitian ini adalah mengetahui masalah-masalah yang dialami oleh siswa dalam belajar meghafal Al-Qur’an, kesulitan dalam berhitung, dan ketidaktertarikan dalam membaca.
Copyrights © 2025