Bandar Udara Halim Perdanakusuma, yang terletak di Jakarta, merupakan salah satu Bandar Udara yang melayani penerbangan domestik dengan jumlah penumpang mencapai 1.803.873 pada tahun 2023. Seiring meningkatnya aktivitas penerbangan, pengawasan di area sisi udara menjadi sangat penting guna mencegah berbagai potensi gangguan keselamatan seperti keberadaan Foreign Object Debris (FOD) dan pelanggaran lalu lintas kendaraan di apron. Penelitian ini dilakukan di Unit Apron Movement Control Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai data primer adalah hasil wawancara, hasil observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekundernya yaitu sumber data tidak langsung seperti foto dokumen dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan keamanan telah diterapkan melalui SOP dan fasilitas pendukung seperti CCTV dan mobil patroli. Namun, efektivitasnya masih belum optimal. Patroli rutin yang seharusnya dilakukan setiap dua jam tidak dapat terlaksana sepenuhnya karena keterbatasan jumlah personel yang hanya berjumlah tujuh orang. Selain itu CCTV berperan penting dalam mendukung pengawasan, tetapi masih terdapat kamera dengan visual buram dan beberapa area sisi udara yang belum tercakup.
Copyrights © 2025