Era transformasi digital menciptakan tantangan kompleks bagi industri desain komunikasi visual kontemporer, dimana percepatan produksi konten visual menjadi imperatif strategis yang tidak dapat dihindari. Ketidakseimbangan antara lonjakan permintaan konten visual dan kapasitas produksi menciptakan kesenjangan kritis yang memerlukan solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi proses kerja desain grafis dan motion graphic melalui implementasi strategis teknologi Artificial Intelligence sebagai alat pendukung produktivitas kreatif, serta mengeksplorasi model human-in-the-loop yang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan systematic literature review dan semi-structured interview terhadap lima belas praktisi desain profesional, menganalisis data melalui thematic analysis dan triangulasi. Implementasi AI menciptakan tiga kategori dominan: generative design, optimisasi workflow, dan quality enhancement. Graphic designer melaporkan peningkatan efisiensi hingga 60% untuk tugas repetitif, motion graphic artist mengalami efisiensi 25-40% pada proyek kompleks. Pendekatan human-in-the-loop optimal melalui fase conceptualization, iteration, dan refinement, dimana AI berfungsi sebagai creative catalyst tanpa menggantikan peran strategis desainer. AI menciptakan transformasi paradigma menuju iterative collaboration, memerlukan pengembangan AI literacy, structured workflow integration, dan ethical guidelines untuk mencapai synergistic relationship antara human creativity dan AI capabilities.
Copyrights © 2025