Kepadatan penduduk yang semakin meningkat memerlukan penyediaan berbagai sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk tempat tinggal yang layak. Salah satu solusi atas masalah tersebut adalah hunian vertikal, seperti Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Namun, tingginya penggunaan gas LPG di rumah tangga meningkatkan risiko kebocoran yang dapat memicu kebakaran, seperti yang tercatat oleh BPBD Aceh pada awal tahun 2024, dengan kerugian mencapai 18 miliar rupiah akibat kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat deteksi kebocoran gas LPG berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat digunakan di Rusunawa. Alat ini menggunakan sensor MQ-2 yang mampu mendeteksi gas LPG dan mengirimkan notifikasi real-time kepada petugas melalui aplikasi Blynk, dengan menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan fitur alarm dan indikator LED sebagai peringatan dini. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan dapat mempercepat respon terhadap kebocoran gas dan mencegah kerugian lebih besar akibat kebakaran di lingkungan Rusunawa.
Copyrights © 2025