Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SIMULASI ANALISIS ALIRAN DAYA SUB SISTEM ACEH 150 KV MENGGUNAKAN SOFTWARE POWERWORLD SIMULATOR Hasibuan, Arnawan; Badrina, Badrina; Hasibuan, Ashari Zaini
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 1 (2019): Journal Of Electrical And System Control Engineering Agustus
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.647 KB) | DOI: 10.31289/jesce.v3i1.2812

Abstract

Analisis aliran daya merupakan studi yang mengungkapkan kinerja dan aliran daya (aktif dan reaktif) untuk keadaan tertentu ketika sistem bekerja. Analisis aliran daya memberikan informasi mengenai beban saluran transmisi, rugi-rugi daya, dan tegangan di setiap lokasi untuk evaluasi kinerja sistem tenaga listrik. Pada paper ini, dilakukan analisis aliran daya pada sistem kelistrikan bagian transmisi Aceh 150 kV menggunakan software Powerworld Simulator Vol.20. Untuk daya aktif dengan nilai paling tinggi yaitu pada bus Nagan Raya dengan nilai 152 MW, bus yang memiliki nilai daya aktif yang rendah yaitu pada bus Lhokseumawe sebesar 23 MW. Daya reaktif dengan nilai paling besar dipeorleh pada bus Lhokseumawe yaitu sebesar 65 MVAR, sedangkan nilai daya reaktif yang rendah yaitu pada bus Sigli sebesar -38 MVAR. Untuk tegangan pada bus Pangkalan Brandan, Lhokseumawe, PT Arun, Nagan Raya, Banda Aceh memiliki nilai tengan yang tinggi sebesar 138 KV, sedangkan yang paling rendah pada bus Tualang Cut memiliki tegangan yaitu 127,66 KV, rugi rugi daya pada transmisi 150 di Aceh dengan nilai terbesar yaitu pada saluran Bus Nagan Raya-Sigli dengan nilai sebesar 11 MW
Analisis Peramalan Kebutuhan Energi Listrik untuk Kabupaten Bireuen Menggunakan Perangkat Lunak LEAP Insani, Devi Sutri; Badriana, Badriana; Daud, Muhammad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.772 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.608.2019

Abstract

Increasing electrical energy consumption in a region due to economic development must be anticipated as early as possible in order to ensure that electricity is available sufficiently in affordable price. One method for the anticipation is forecasting electrical energy consumption. This paper aims to forecast electrical energy consumption using Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) software for study case in Bireuen District. Based on historical data since 2012 in form of population development, number of customers, electrification ratio, energy intensity, and profile of electrical energy consumption, an analysis is carried out to forecast the future electrical energy demand in Bireuen District until 2026. The analysis predict that in 2026, the number of electricity customers will reach 183,016 customers with an average growth of 4.7% per year, and electricity consumption will reach 563.02 GWh with an average growth of 10.67% per year. In addition, the electrification ratio will continue to increase to 99.42% in 2026 while the energy elasticity will continue to decline to reach 0.61 in that year. Keywords: electrical energy, electrical energy consumption, electrification ratio, energy elasticity, LEAPAbstrakMeningkatnya konsumsi energi listrik suatu daerah karena peningkatan taraf perekonomian harus diantisipasi sedini mungkin agar energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau. Salah satu yang perlu dilakukan dalam mengantisipasi hal tersebut adalah peramalan kebutuhan energi listrik. Makalah ini bertujuan untuk meramal kebutuhan energi listrik menggunakan perangkat lunak Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) dengan mengambil kasus pada Kabupaten Bireuen. Berdasarkan data-data historis sejak tahun 2012 berupa pertumbuhan penduduk, jumlah pelanggan, rasio elektrifikasi, intensitas energi, dan profil konsumsi energi listrik, maka dilakukan analisis untuk memprakirakan kebutuhan energi listrik di Kabupaten Bireuen untuk masa mendatang sampai dengan tahun 2026. Hasil analisis data meramalkan bahwa pada tahun 2026, jumlah pelanggan listrik akan mencapai 183.016 pelanggan dengan rata-rata pertumbuhan adalah 4,7 % per tahun, dan konsumsi energi listrik akan mencapai 563,02 GWh dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 10,67 % per tahun. Selain itu, diperoleh juga bahwa rasio elektrifikasi akan meningkat terus mencapai 99,42 % pada tahun 2026 sedangkan elastisitas energi akan menurun terus mencapai angka 0,61 pada tahun tersebut. Kata Kunci: energi listrik, kebutuhan energi listrik, rasio elektrifikasi, elastisitas energi, LEAP.
SIMULASI ANALISIS ALIRAN DAYA SUB SISTEM ACEH 150 KV MENGGUNAKAN SOFTWARE POWERWORLD SIMULATOR Arnawan Hasibuan; Badrina Badrina; Ashari Zaini Hasibuan
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol 3, No 1 (2019): Journal Of Electrical And System Control Engineering Agustus
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jesce.v3i1.2812

Abstract

Analisis aliran daya merupakan studi yang mengungkapkan kinerja dan aliran daya (aktif dan reaktif) untuk keadaan tertentu ketika sistem bekerja. Analisis aliran daya memberikan informasi mengenai beban saluran transmisi, rugi-rugi daya, dan tegangan di setiap lokasi untuk evaluasi kinerja sistem tenaga listrik. Pada paper ini, dilakukan analisis aliran daya pada sistem kelistrikan bagian transmisi Aceh 150 kV menggunakan software Powerworld Simulator Vol.20. Untuk daya aktif dengan nilai paling tinggi yaitu pada bus Nagan Raya dengan nilai 152 MW, bus yang memiliki nilai daya aktif yang rendah yaitu pada bus Lhokseumawe sebesar 23 MW. Daya reaktif dengan nilai paling besar dipeorleh pada bus Lhokseumawe yaitu sebesar 65 MVAR, sedangkan nilai daya reaktif yang rendah yaitu pada bus Sigli sebesar -38 MVAR. Untuk tegangan pada bus Pangkalan Brandan, Lhokseumawe, PT Arun, Nagan Raya, Banda Aceh memiliki nilai tengan yang tinggi sebesar 138 KV, sedangkan yang paling rendah pada bus Tualang Cut memiliki tegangan yaitu 127,66 KV, rugi rugi daya pada transmisi 150 di Aceh dengan nilai terbesar yaitu pada saluran Bus Nagan Raya-Sigli dengan nilai sebesar 11 MW
Complimentary Split Ring Resonators Design On Patch Mikrostrip Antenna For Reducing Ads-B Antenna Dimension Habib Muharry Yusdartono; Andik Bintoro; Badriana Badriana; Ummu Handasah
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol 5, No 2 (2022): Issues January 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v5i2.6141

Abstract

Microstrip Patch Antenna works for Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS-B) and antenna frequency resonances at 1.09 GHz. Microstrip Patch Antenna dimension has big shape for antenna micostrip resonancing frequency at 1.09 GHz. In order to Solve this problem, metamaterial is chosen and Complimentary Split Ring Resonators (CSRRs) is the one of metamaterial technique. Complimentary Split Ring Resonators CSRRs is derived from a Split Ring Resonator (SRR) compliment. Early dimension of Microstrip antenna substrate and patch are calculated by Equation that dimension of substrate is 137x130 mm and dimension of patch is 85x65. Dimension of SRR  that compliment  forms to CSRRs is 9x6 mm for SRR inner ring and 13x10 mm for outer ring. Microstrip antenna VSWR is 1.134 and  VSWR increases to 22,73 when CSRR is etched on antenna patch. In order to decrease antenna VSWR, optimation is applied by substrate and patch dimension iteration. Substrate and patch dimension Iteration is enlarge and reduce antenna  substrate and patch width and length.   Optimation result is VSWR that VSWR comes to 1,559 and substrate and patch dimension is reduced to 27,9% and 14,1%.
ANALISA TINGKAT KUAT PENERANGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PENCAHAYAAN LAPANGAN OLAH RAGA FUTSAL GARUDA LHOKSEUMAWE Badriana
Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Telkomunikasi
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.935 KB)

Abstract

Kuantitas dari cahaya yang jatuh pada permukaan bidang kerja disebut iluminasi, yang mana mempunyai satuan lux. Cahaya hanya merupakan satu bagian berbagai jenis gelombang elektromagnetis yang terbang ke angkasa. Gelombang tersebut memiliki panjang dan frekuensi tertentu, yang nilainya dapat dibedakan dari energi cahaya lainnya dalam spektrum elektromagnetisnya. Banyaknya cahaya yang jatuh pada suatu permukaan yang menyebabkan terangnya permukaan tersebut dan sekitarnya. Hasil analisa bahwa besarnya lux pada total beban lampu penerangan adalah 47,1 lux. Efikasi cahaya terhadap penerangan pada area adalah 6,79 lm/watt. Intensitas pengukuran penerangan pada area lapangan rata-rata adalah 45,5 lux, sedangkan standar pencahayaan adalah 75 lux jika diperhitungkan berdasarkan tingkat latihan sehingga perbandingan pencahayaan belum memenuhi standar pada lapangan tersebut. Gejala-gejala kelelahan mata tersebut penyebab utamanya adalah penggunaan otot-otot di sekitar mata yang berlebihan.Kelelahan mata dapat dikurangi dengan memberikan pencahayaanyang baik adalah : Iritasi pada mata (mata pedih, merah, berair), Penglihatan ganda, Sakit sekitar mata, Berkurangnya kemampuan akomodasi, Menurunnya ketajaman penglihatan, kepekaan kontras dankecepatan persepsi.
Analisis Peramalan Kebutuhan Energi Listrik untuk Kabupaten Bireuen Menggunakan Perangkat Lunak LEAP Devi Sutri Insani; Badriana Badriana; Muhammad Daud
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.772 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.608.2019

Abstract

Increasing electrical energy consumption in a region due to economic development must be anticipated as early as possible in order to ensure that electricity is available sufficiently in affordable price. One method for the anticipation is forecasting electrical energy consumption. This paper aims to forecast electrical energy consumption using Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) software for study case in Bireuen District. Based on historical data since 2012 in form of population development, number of customers, electrification ratio, energy intensity, and profile of electrical energy consumption, an analysis is carried out to forecast the future electrical energy demand in Bireuen District until 2026. The analysis predict that in 2026, the number of electricity customers will reach 183,016 customers with an average growth of 4.7% per year, and electricity consumption will reach 563.02 GWh with an average growth of 10.67% per year. In addition, the electrification ratio will continue to increase to 99.42% in 2026 while the energy elasticity will continue to decline to reach 0.61 in that year. Keywords: electrical energy, electrical energy consumption, electrification ratio, energy elasticity, LEAPAbstrakMeningkatnya konsumsi energi listrik suatu daerah karena peningkatan taraf perekonomian harus diantisipasi sedini mungkin agar energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau. Salah satu yang perlu dilakukan dalam mengantisipasi hal tersebut adalah peramalan kebutuhan energi listrik. Makalah ini bertujuan untuk meramal kebutuhan energi listrik menggunakan perangkat lunak Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) dengan mengambil kasus pada Kabupaten Bireuen. Berdasarkan data-data historis sejak tahun 2012 berupa pertumbuhan penduduk, jumlah pelanggan, rasio elektrifikasi, intensitas energi, dan profil konsumsi energi listrik, maka dilakukan analisis untuk memprakirakan kebutuhan energi listrik di Kabupaten Bireuen untuk masa mendatang sampai dengan tahun 2026. Hasil analisis data meramalkan bahwa pada tahun 2026, jumlah pelanggan listrik akan mencapai 183.016 pelanggan dengan rata-rata pertumbuhan adalah 4,7 % per tahun, dan konsumsi energi listrik akan mencapai 563,02 GWh dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 10,67 % per tahun. Selain itu, diperoleh juga bahwa rasio elektrifikasi akan meningkat terus mencapai 99,42 % pada tahun 2026 sedangkan elastisitas energi akan menurun terus mencapai angka 0,61 pada tahun tersebut. Kata Kunci: energi listrik, kebutuhan energi listrik, rasio elektrifikasi, elastisitas energi, LEAP.
PENERAPAN CAHAYA BUATAN PADA RUANGAN KELAS MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Andik Bintoro; Badriana Badriana; Irvan Fathur Rahman; Adinda Sabrina Suli
Jurnal Energi Elektrik Vol 9, No 2 (2020): JEE Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v9i2.3276

Abstract

Penggunaan energi listrik perlu di sikapi dengan bijak, terutama untuk penerangan ruangan belajar karena intensitas yang memadai akan membuat penggunanya menjadi nyaman. Pengaturan intenitas ini dapat dilakukan secara otomatis menggunakan sensor dan menggunakan perangkat cerdas raspberry pi. Pengaturan yang digunakan enggunakan IoT untuk dapat dimonitor dari jauh tanpa berdekatan dengan alat pengukur. Dari hasil yang diperoleh pengukuran intensitas cahaya ruangan mampu di tambahkan dengan intensitas cahaya dari luar apa bila keadaan mendukung. Keadaan yang mendukung untuk pengurangan pemakaaian cahaya buatan terjadi pada pukul 12 sampai 13 wib karena posisi matahari berada pada puncak penyinaran, namum kendala bentuk geografis dari pembangunan gedung dan pemakaian enis kaca jendela mempengaruhi dari intensitas cahaya alami yang digunakan.
PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA LAMPU TL DENGAN KAPASITOR Nuraini Nuraini; Badriana Badriana
Jurnal Energi Elektrik Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Energi Elektrik Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v7i2.1055

Abstract

Laboratorium pendidikan tempat membuktikan teori dan pengujian. Salah satu labortorium di jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe yaitu Labortorium Proteksi dan Distribusi, tempat mahasiswa melakukan praktek dan pengembangan ilmu bagi para peneliti dan sebagai pengembangan diri Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dibidang teknik listrik. Kualitas daya listrik sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis-jenis beban tertentu yang mengakibatkan turunnya efisiensi. Beban yang mempengaruhi kualitas daya listrik adalah beban induktif, seperti; motor induksi, kumparan, ballast, lampu TL. Tujuan dapat menetukan alat dan bahan, serta merangkai pengujian perbaikan faktor daya, yang aman dioprasikan dapat mendukung praktikum serta meningngkatkan keahlian PLP , objek penelitian lampu TL (Tube Lamp) menggunakan kapasitor. Digunakan metode perancangan dan pengukuran, merangkai pengukuran untuk lampu TL dan mengukur besaran listrik, peralatan yang ada di laboratorium dirancang seaman dan semudah mungkin. Telah  berhasil merancang rangkaian pengujian perbaikan faktor daya dalam bentuk gambar rangkaian pengujian perbaikan faktor daya,  rangkaian ini dapat digunakan untuk mendukung praktikum dan tambahan keahlian bagi PLP bidang teknik listrik khususnya dalam perbaikan faktor daya dengan kapasitor pada system satu phasa. Data hasil pengukuran dapat dijadikan acuan praktikum. Rangkaian semua peralatan aman terisolasi pada ujung dan terminal jumper kabel dan alligator clips sangat kecil kemungkinan terjadi hubung singkat dan tegangan kejut.
KONFIGURASI ULANG JARINGAN DISTRIBUSI 20 kV MENGGUNAKAN METODE NEWTON RAPHSON Salahuddin Salahuddin; Reza Rolianda; Badriana Badriana
Jurnal Energi Elektrik Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Energi Elektrik 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v9i2.3869

Abstract

Mengurangi losses akibat beban yang dapat dilakukan dengan peemecahan beban. Pemecahan beban dilakukan dengan mengurangi beban di suatu penyulang yang memiliki beban besar dimanuver atau dialihkan pada penyulang lain yang memiliki beban yang lebih kecil. Mengurangi beban pada penyulang yang memiliki beban yang besar sehingga penyulang tersebut memiliki beban efektif yang lebih handal. Beban yang efektif memiliki nilai losses yang lebih bagus dan nilai drop voltage yang lebih rendah sehingga jaringan tersebut lebih handal apabila terjadi gangguan (mudah dimanuver ke penyulang lain). Penyulang GL.01 GI Glugur memiliki beban yang besar. Untuk melakukan pemecahan beban pada penyulang GL.01 dibutuhkan konfigurasi jaringan. Konfigurasi jaringan dilakukan dengan memindahkan sebagain besar penyulang GL.01 ke penyulang GG.01 dan MA.05 berdasarkan simulasi yang dilakukan nilai losses yang diperoleh sebelum dan sesudah berturut-turut sebesar 9.360,05 Watt dan 2.066,04 Watt., sedangkan nilai drop voltage baik sesudah maupun sebelum yaitu berturut turut 116,498 Volt dan 54,008 Volt. Berdasarkan hasil terebut didapat saving 7294,01 Watt dan 62,49 Volt
APLIKASI METODE EXPONENSIAL SMOOTHING Dalam PERAMALAN PERSEDIAAN ENERGI LISTRIK DI PT. PLN(Persero) AREA LHOKSEUMAWE Fajar Rahmansyah; Badriana Badriana; Muchlis Abdul Muthalib
Jurnal Energi Elektrik Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Energi Elektrik 2021
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v10i1.4341

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu sumber energi utama yang paling banyak digunakan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Pada era modern saat ini kebutuhan energi listrik semakin berkembang di bergai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui energi listrik yang akan digunakan dan melakukan peramalan untuk persediaan energi listrik yang akan di gunakan di wilayah kota lhokseumawe. Metode peramalan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Exponensial Smoothing. Data yang digunakan adalah energi terjual dari januari 2018 – desember 2020. Penelitian ini menggunakan besar alpha 0,35 karna besar alpha ini yang menghasilkan MSE terkecil. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan penggunaan daya listrik 3 tahun kedepan yaitu sebesar 562.032.900,7 Kwh. Dengan rata rata peningkatan daya perbulannya sebesar 159.781,9555 Kwh