Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang terbangun antara mahasiswa disabilitas rungu dan disabilitas netra dalam konteks interaksi sosial di lingkungan Universitas PGRI Argopuro Jember. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga mahasiswa disabilitas rungu dan tiga mahasiswa disabilitas netra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antar kedua kelompok mahasiswa tersebut berlangsung melalui berbagai strategi adaptif, antara lain bantuan JBI, penggunaan bahasa isyarat taktil, pesan teks, serta aplikasi digital seperti WhatsApp. Komunikasi berjalan secara dua arah dengan penyesuaian tertentu berdasarkan hambatan sensorik masing-masing individu. Meskipun terdapat berbagai kendala, mahasiswa mampu menjalin komunikasi yang efektif melalui kesepakatan bersama, empati, dan pemanfaatan teknologi bantu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antar penyandang disabilitas dengan hambatan berbeda membutuhkan dukungan lingkungan yang inklusif, pelatihan komunikasi diferensiatif, dan penyediaan media aksesibel sebagai bentuk pemberdayaan dalam konteks pendidikan tinggi
Copyrights © 2025