Kusir andong merupakan komunitas tradisional yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Yogyakarta sekaligus mendukung sektor pariwisata. Namun, keberadaan mereka menghadapi tantangan serius di era modernisasi, antara lain menurunnya jumlah penumpang, kompetisi dengan transportasi daring, serta minimnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keberlanjutan profesi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada Paguyuban Kusir Andong Kotagede 1 dengan tujuan menginternalisasi makna kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran secara lebih luas. Penyuluhan dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, kesehatan, dan keberlanjutan profesi. Refleksi kolektif ini menjadi dasar bagi penguatan kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial budaya. Artikel ini menekankan pentingnya penyuluhan sebagai langkah awal pemberdayaan, sekaligus merekomendasikan tindak lanjut berupa pendampingan yang lebih aplikatif.
Copyrights © 2025