Trans Jogja telah menjadi moda transportasi publik utama di Yogyakarta sejak 2008, namun tingkat penggunaannya di kalangan mahasiswa masih rendah. Sebagian besar mahasiswa lebih memilih kendaraan pribadi seperti sepeda motor karena alasan fleksibilitas, kenyamanan, dan efisiensi waktu. Dalam studi ini, perilaku mahasiswa dianalisis menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), yang mencakup sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan, serta didukung oleh variabel eksternal seperti kenyamanan, aksesibilitas, tarif, dan waktu tempuh. Analisis dilakukan dengan metode SEM-PLS terhadap data dari 355 responden mahasiswa S1 di enam universitas di Yogyakarta. Hasil model menunjukkan bahwa sikap memberikan pengaruh paling besar terhadap minat menggunakan Trans Jogja, disusul oleh norma subjektif dan kontrol perilaku. Nilai R² sebesar 0,688 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan menjelaskan variasi intensi secara kuat. Rendahnya frekuensi penggunaan Trans Jogja mengindikasikan bahwa persepsi dan pengalaman pengguna masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, peningkatan layanan perlu dibarengi dengan strategi untuk membentuk citra positif dan meningkatkan kenyamanan pengguna agar Trans Jogja dapat menjadi pilihan utama mahasiswa.
Copyrights © 2025