Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas normal. Prevalensi hipertensi secara global sekitar 1,28 miliar usia dewasa, sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah maupun menengah. Hipertensi yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi dan kematian secara tiba-tiba. Determinan atau faktor risiko kejadian hipertensi dibagi menjadi dapat modifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Masyarakat pesisir yang dikelilingi dengan laut mempunyai risiko yang signifikan terhadap hipertensi. Pulau Hiri merupakan salah satu pulau dan daerah pesisir di Kota Ternate dengan angka kejadian hipertensi tertinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan yang tidak dapat dimodifikasi (usia dan jenis kelamin) dan determinan yang dapat dimodifikasi (riwayat konsumsi garam, konsumsi sayur, aktivitas fisik, dan obesitas) dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 113 responden usia dewasa >18 tahun pada masyarakat di Pulau Hiri. Data dianalisis secara bivariat (Chi square). Hasil analisis didapatkan 52 terdiagnosis hipertensi dan 61 tidak terdiagnosis hipertensi serta menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara determinan yang dapat dimodifikasi dengan hipertensi yaitu konsumsi garam (p = 0,002), konsumsi sayur (p = 0,001), aktivitas fisik (p = 0,000), dan obesitas (p = 0,016). Beberapa determinan yang tidak dapat dimodifikasi tidak memiliki hubungan yang signifikan, yaitu usia (p = 0,062) dan jenis kelamin (p = 0,699). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan yang dimodifikasi memiliki hubungan erat dengan kejadian hipertensi. Edukasi terkait pencegahan sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dan komplikasinya.
Copyrights © 2025