Minimnya penanaman nilai-nilai agama di lingkungan sekolah mengakibatkan rendahnya kesadaran siswa dalam berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Model Mentor Life menekankan pentingnya hubungan personal antara guru sebagai mentor dan siswa sebagai mentee melalui proses pembiasaan, keteladanan (modeling), serta refleksi nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehai-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan Mentor Life Learning dalam membentuk karakter Islami siswa sekolah dasar berdasarkan perspektif teori sosial-kognitif Albert Bandura dan merumuskan strategi implementasi mentoring yang efektif dalam lingkungan Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), yang terdiri dari 45 sumber pustaka yang dipilih melalui database Google Scholar, Scopus, dan Garuda, dengan kriteria publikasi lima tahun terakhir serta relevan dengan topik pembentukan karakter Islami. Hasil kajian ini menunjukan bahwa prinsip-prinsip utama dalam teori sosial-kognitif seperti observational learning, self-efficacy, self-regulation dan lingkungan yang mendukung sangat sejalan dengan pendekatan Mentor Life, khususnya dalam proses penanaman karakter Islami pada anak sekolah dasar. Guru sebagai model perilaku memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa melalui interaksi sosial yang konsisten dan positif. Dengan demikian Mentor Life Learning dapat dijadikan sebagai strategi yang efektif dalam penguatan karakter Islami di sekolah dasar secara holistik dan kontekstual.
Copyrights © 2025