Penelitian ini mengeksplorasi komodifikasi budaya yang terjadi pada objek wisata Ritual Melukat yang dapat menggeser atau menghilangkan nilai-nilai keagamaan. Ritual Melukat, yang secara tradisional merupakan praktik penyucian bagi umat Hindu di Bali, kini telah berubah menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai perubahan makna dari ritual tersebut dan efeknya terhadap nilai-nilai spiritual dan keagamaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami secara mendalam bagaimana makna Ritual Melukat mengalami pergeseran dalam praktik komodifikasi budaya di Bali dan bagaimana hal ini memengaruhi nilai sakral dari ritual tersebut. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilakukan di Pura Mengening, Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan wisatawan lokal dari berbagai latar belakang budaya dan agama yang telah mengikuti Ritual Melukat. Penelitian ini menggunakan teori komodifikasi dari Davydd James Greenwood sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi Ritual Melukat telah menggeser makna dan nilai sakral dari ritual tersebut, mengubahnya menjadi produk wisata. Implikasi dari perubahan ini mencakup manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi mengakibatkan hilangnya keaslian budaya dan makna spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh tradisi keagamaan dalam konteks pariwisata modern.
Copyrights © 2025